WAKUWAKU Magazine

wabisab_001

Estetika Jepang ‘Wabi-sabi’: Keindahan dalam Kekurangan

BUDAYA

Wabi-sabi adalah salah satu estetika Jepang yang menunjukkan keadaan tenang dan bersahaja. Meskipun kedua kata ini sering diungkapkan sebagai sebuah istilah, sebenarnya ‘wabi’ dan ‘sabi’ masing-masing memiliki konsep yang berbeda.

‘Wabi’ merupakan kesadaran untuk berusaha menemukan kepuasan jiwa dari keadaan miskin dan kekurangan. Contohnya, gagasan bahwa bulan sabit memiliki keindahan yang tak didapati dalam bulan purnama, seraya tetap mengakui bahwa bulan purnama memang indah.

‘Sabi’ berarti keindahan yang terasa dalam dan kaya dari kemunduran nan senyap. Pada dasarnya, ‘sabi’ berarti keindahan yang kaya dan beragam dari perubahan yang ditemukan dari sesuatu yang menjadi retak, kotor, atau cacat, atau dari sesuatu yang berubah karena berlalunya waktu.

Jadi, ‘wabi’ adalah dorongan dari hati dan keteguhan untuk menikmati keterpurukan (kondisi ‘sabi’) atau keadaan kotor, dan ‘wabi’ adalah jiwa yang berusaha menemukan keindahan di dalam ‘sabi’.

Konon, wabi-sabi terkait dengan spirit dalam upacara minum teh (atau ‘sado’ dalam bahasa Jepang), lalu berkembang dengan pesat. Wabi-sabi juga terkait erat dengan haiku. Jelas sudah, wabi-sabi sangat erat dengan jiwa Jepang.

Mampukah Anda menemukan keindahan di balik kekurangan—merasakan wabi-sabi—dari hal-hal di sekitar Anda?

Writer: admin

TV icon   Program

Japan in Motion

Seorang warga asing pencinta Jepang mengupas informasi terbaru sisi lain Jepang yang tidak terdapat dalam buku panduan wisata dari berbagai sisi, mulai dari wisata, budaya, fashion, hingga subkultur. Acara populer ini ditayangkan di jaringan Nolife milik CATV di Prancis.

GOWAKUWAKU JAPAN

Menyajikan informasi terbaru
dari WAKUWAKU Magazine
Indonesia.

Unduh aplikasi gratis
sekarang juga!

App Store Google Play

PAGE TOP