WAKUWAKU Magazine

ukiyoe_04
photo by Stuart Rankin

Ukiyo-e, Lukisan dari Seni Cukil Kayu Jepang

BUDAYA

Ukiyo-e adalah salah satu genre lukisan di Jepang. Konon, aliran ini tercipta pada zaman Edo (tahun 1603-1868). Ukiyo berarti dunia ini, dan e berarti lukisan. Ukiyo-e menuangkan kehidupan rakyat biasa pada zaman Abad Pertengahan dan awal zaman modern. Lukisan ini dibuat dengan seni cukil kayu (woodprinting), teknik yang digunakan untuk menggandakan lukisan sehingga harganya menjadi lebih murah.

Orang-orang pada zaman Edo menyukai ukiyo-e. Para peluksi impresionis di Barat juga memuji ukiyo-e secara khusus. Saking populernya, Van Gogh dan Manet pun memasukkan teknik ukiyo-e ke dalam lukisan mereka.

(Photo by Carlos Cesar Alvarez)

(Photo by Carlos Cesar Alvarez)

Awalnya, ukiyo-e merupakan fuzokuga, lukisan yang menggambarkan keadaan dan kebiasaan masyarakat waktu itu.

Ukiyo-e dibuat dengan sistem pembagian kerja. Selain pelukis, ada pencukil dan pencetak—masing-masing bertanggung jawab untuk setiap tahap produksi. Teknik produksi ini memungkinkan penggandaan yang efisien. Alhasil, rakyat biasa pun bisa membeli ukiyo-e berkualitas tinggi dengan harga murah.

Ukiyo-e memang menggambarkan kehidupan masyarakat zaman dahulu, namun modelnya bermacam-macam. Bisakah Anda menebak tema apa yang sejak awal sering diangkat dalam lukisan ukiyo-e? Ya, perempuan. Di antara ukiyo-e bertema perempuan yang terkenal adalah Potret Perempuan yang Menengok ke Belakang (karya Moronobu Hishikawa), dan Perempuan Peniup Terompet Mainan (Utamaro Kitagawa).

Setelah itu gaya ukiyo-e lambat laun bergeser ke gaya realistis, misalnya gambar pemandangan dengan tema perjalanan—sesuatu yang populer saat itu. Salah satu karya yang terkenal adalah 36 Pemandangan Gunung Fuji oleh Hokusai Katsushika.

Ketika Jepang mulai berdiplomasi secara agresif, ukiyo-e berfungsi sebagai media pemberitaan yang merefleksikan kondisi masyarakat Jepang yang berubah drastis oleh masuknya budaya Barat. Namun, setelah itu media massa seperti surat kabar dan fotografi pun berkembang pesat. Para pelukis ukiyo-e beralih ke media lainnya, dan budaya ukiyo-e pun diwariskan ke genre lukisan lainnya.

Demikianlah ukiyo-e, budaya khas Jepang yang diakui oleh seluruh dunia. Sejumlah pelukis impresionis ternama semacam Van Gogh dengan Potret Pere Tanguy dan Manet dengan The Fifer pun mendapat pengaruh ukiyo-e.

Bagian kecil ukiyo-e bisa ditemukan di museum seni di seluruh dunia. Ukiyo-e yang menawan dan berkualitas juga bisa dinikmati di beberapa museum di luar negeri.

Dari ukiyo-e kita bisa melihat sapuan kuas yang halus, komposisi yang dinamis, serta warna cerah dan hidup yang meliputi keseluruhan lukisan. Anda takkan merasa bahwa lukisan yang sangat hidup ini telah berusia lebih dari 100 tahun.

Itulah kedigdayaan ukiyo-e, lukisan yang menimbulkan buncahan semangat orang yang melihatnya.

Writer: admin

TV icon   Program

SHIKI-ORIORI

Program baru yang memperkenalkan masakan dan festival Jepang tiap harinya. Wajib ditonton bagi Anda yang ingin berwisata ke Jepang!

GOWAKUWAKU JAPAN

Menyajikan informasi terbaru
dari WAKUWAKU Magazine
Indonesia.

Unduh aplikasi gratis
sekarang juga!

App Store Google Play

PAGE TOP