WAKUWAKU Magazine

スクリーンショット 2016-04-25 11.08.59
photo by "When You Wish Upon A Sakura" ©FUJI TELEVISION

Menguak Fakta di Balik Pernikahan Campuran di Jepang

HIBURAN

Kisah cinta yang membentang sepanjang 5272 km antara Indonesia dan Jepang lahir pada musim semi ini!

Mengisahkan mahasiswi Indonesia bernama Ellie dan jejaka Jepang bernama Ryo. Setelah berkenalan melalui jejaring sosial, akhirnya keduanya bertemu di Jepang dan menghabiskan waktu bersama. Lambat laun tumbuhlah rasa tertarik satu sama lain di hati insan ini…
Ke manakah kisah cinta antara Ellie dan Ryo berujung? Inilah drama yang mengangkat fakta di balik pernikahan campuran di Jepang.

(Photo by )

(When You Wish Upon A Sakura)

Kemajuan internasionalisasi dan globalisasi telah berdampak pada meningkatnya jumlah pernikahan campuran.

Pada kurun 1960-an, pernikahan orang Jepang dan orang asing berkisar 4 ribu hingga 5 ribu pasangan. Namun, pada pertengahan 1980-an jumlahnya melonjak drastis. Pada tahun 1983 terdapat 10 ribu pasangan, tahun 1989 20 ribu pasangan, tahun 1999 30 ribu pasangan, dan tahun 2005 lebih dari 40 ribu pasangan. Namun, pada tahun 2006 jumlah pasangan pernikahan campuran mencapai puncaknya sebanyak 44.700 pasangan, dan setelah itu terus mengalami penurunan.

Ada dua pola pernikahan campuran, yakni perempuan Jepang yang menikah dengan pria asing dan laki-laki Jepang yang menikah dengan perempuan asing. Terdapat peningkatan jumlah yang signifikan untuk pola yang kedua.

Hingga tahun 1974, lebih banyak jumlah pria asing yang menikah dengan wanita Jepang, tetapi sejak tahun 1975 posisinya berbalik. Kini, jumlah laki-laki Jepang yang menikah dengan perempuan asing sekitar tiga kali lipat daripada perempuan Jepang yang menikah dengan pria asing.

Nah, pertanyaannya, mengapa jumlah pernikahan campuran menurun sejak tahun 2006?

Faktor terbesar tentu saja adanya kecenderungan orang Jepang untuk tidak menikah dan menikah dalam usia yang tak lagi muda. Dengan kata lain, jumlah pernikahan itu sendiri telah berkurang.

Di satu sisi, dilaporkan adanya penurunan jumlah anak muda Jepang yang menempuh studi di luar negeri dan yang pergi ke luar negeri dalam rangka working holiday atau kesempatan lainnya. Bukan tak mungkin faktor ini turut berkontribusi terhadap berkurangnya kesempatan untuk berjumpa jodoh berkebangsaan asing.

(Photo by )

(When You Wish Upon A Sakura)

Percintaan antar-negara di masa depan
Pada tahun 2013, untuk pertama kalinya jumlah wisatawan asing di Jepang melebihi 10 juta orang. Setelah itu terjadi penurunan nilai tukar yen (yen-yasu) dan penerbangan bertarif rendah (LCC) makin marak. Berkat inilah, jumlah wisatawan asing terus meningkat.

Menjelang Olimpiade Tokyo 2020, masyarakat Jepang kian rajin berbenah untuk memberikan sambutan hangat kepada orang asing serta mempelajari bahasa asing. Kini kesempatan untuk berinteraksi dengan orang asing juga jauh lebih banyak dibandingkan dahulu.

Sebagaimana digambarkan dalam drama When You Wish Upon A Sakura, terlihat bahwa kesempatan untuk berkomunikasi dengan orang asing di luar negeri melalui internet makin terbuka berkat kemajuan jejaring sosial. Jejaring sosial menghubungkan manusia tanpa batas. Percintaan di masa depan pun bakal berubah.

Nah, bagaimanakah hal ini akan berdampak pada pasangan perkawinan campuran di Jepang? Barangkali jumlah pernikahan campuran di Jepang akan mengalami peningkatan.

Menjalani pernikahan campuran memang tidak mudah. Di balik itu terdapat dinding tebal berupa perbedaan budaya dan bahasa serta berbagai kesulitan lainnya. Namun, cinta dan ikatan batin dalam pernikahan campuran tentu mampu mengalahkan kesulitan tersebut.
Akankah kisah cinta Ellie dan Ryo berakhir di pelaminan? Jangan lewatkan cinta murni antara dua sejoli dari dua negara ini.

Writer: admin

TV icon   Program

When You Wish Upon A Sakura

Kisah cinta yang melewati 5.272 km, menghubungkan dua negara, Indonesia dan Jepang. Ellie, mahasiswi Indonesia, dan Ryo, seorang pemuda Jepang berkenalan melalu media sosial. Mereka pun bertemu di Jepang, menghabiskan waktu bersama, dan akhirnya saling jatuh cinta. Akan tetapi, perbedaan bahasa dan budaya menghalangi mereka. Bagaimanakah kelanjutan kisah cinta mereka? Pemeran: Chelsea Elizabeth Islan, Shu Watanabe

GOWAKUWAKU JAPAN

Menyajikan informasi terbaru
dari WAKUWAKU Magazine
Indonesia.

Unduh aplikasi gratis
sekarang juga!

App Store Google Play

PAGE TOP